
Benar-Benar Merah…
Kemajuan teknologi, pengetahuan dan perkembangan peradaban manusia yang pesat semakin memudahkan penyingkapan rahasia alam yang begitu kaya akan keunikan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Dampak kemajuan teknologi dan pengetahuan dapat berakibat pada perubahan pola hidup manusia untuk semakin sadar dalam mengkosumsi bahan-bahan makanan yang aman dan alami tanpa efek samping yang merugikan. Alam selalu menyajikan yang terbaik sepanjang manusia mampu mengembangkannya menjadi sesuatu yang berguna, antara lain bagi perkembangan dunia kesehatan.
Salah satu penemuan baru yang dianggap sangat bermanfaat untuk banyak hal adalah buah merah yang juga dikenal sebagai tanaman multiguna. Buah merah telah terbukti mampu menggempur berbagai penyakit (Made Budi, 2004). Buah merah merupakan tanaman yang dikelompokkan dalam famili pandan-pandanan atau Pandanacea. Buah merah merupakan tanaman endemik yang tumbuh liar di wilayah.
Papua dan Papua New Guinea dengan ketinggian antara 2 - 2.300 m di atas permukaan laut. Buah merah mampu tumbuh menyebar dari daerah pantai hingga daerah pegunungan dengan tinggi batang dapat mencapai hingga 16 m dari atas permukaan tanah dan dari batang permukaan tanah. Batang tanaman buah merah disokong oleh akar tunjang yang berfungsi untuk penyangga tegaknya batang. Tanaman buah merah termasuk tanaman tahunan yang dapat diperbanyak dengan biji atau stek. Tanaman buah merah tidak menuntut banyak perhatian selama pertumbuhannya, pemberian pupuk kandang sekali setahun sudah mencukupi. Hasilnya adalah tanaman akan mampu menghasilkan buah merah dengan panjang mencapai 96 - 102 cm, diameter 15 - 20 cm, dengan bobot buah mencapai 7 - 8 kg.
Keistimewaan buah merah adalah kandungan senyawa aktifnya antara lain betakaroten, karoten, dan tokoferol yang relatif tinggi. Lihat Tabel 1. Senyawa aktif tersebut sangat potensial dijadikan sebagai antioksidan yang baik.
Tabel 1. Kandungan senyawa aktif buah merah.
Senyawa Aktif Kandungan
Total karotenoid 12.000 ppm
Total tokoferol 11.000 ppm
Betakaroten 700 ppm
Alfa-tokoferol 500 ppm
Asam oleat 58%
Asam linoleat 8,8%
Asam linolenat 7,8%
Dekanoat 2,0%
Secara umum semua senyawa yang terkandung dalam buah merah berkhasiat sebagai obat yang bersifat aktif, mampu menetralisir senyawa radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas di dalam tubuh merupakan pemicu timbulnya berbagai penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti stroke, jantung koroner, dan kanker. Bahkan asam lemak yang terkandung dalam buah merah merupakan antibiotik dan antivirus yang aktif melemahkan dan meluruhkan membran lipida virus sehingga virus tidak mempunyai kesempatan untuk beregenerasi maupun bereproduksi. Buah merah diduga efektif membunuh beragam strain virus, antara lain virus hepatitis yang merusak sel hati, juga menghambat dan membunuh sel-sel tumor aktif, bahkan menekan perkembangan HIV/AIDS (Made Budi, 2004).
Tanaman buah merah ternyata bukan tanaman hutan biasa, potensi dan manfaat yang ditawarkan sangat besar terutama bagi Tanaman buah merah disamping sebagai pelengkap bahan makanan pokok (lihat Tabel 2), juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami yang dalam beberapa tahun yang akan datang mungkin akan dikembangkan penggunaannya oleh para pemerhati alam.
Tanaman buah merah ternyata bukan tanaman hutan biasa, potensi dan manfaat yang ditawarkan sangat besar terutama bagi perkembangan dunia kesehatan. Tanaman buah merah disamping sebagai pelengkap bahan makanan pokok (lihat Tabel 2), juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami yang dalam beberapa tahun yang akan datang mungkin akan dikembangkan penggunaannya oleh para pemerhati alam.
Tabel 2. Kandungan gizi per 100 gram buah.
Zat Gizi Kandungan
Energi 394,00 kalori
Protein 3.300,00 mg
Lemak 28.100,00 mg
Serat 20.900,00 mg
Kalsium 554.000,00 mg
Fosfor 30,00 mg
Besi 2,44 mg
Vitamin B1 0,90 mg
Vitamin C 25,70 mg
Nialin 4,90 %
Daftar Pustaka
Made Budi. I, 2004. Buah Merah, Penebar Swadaya, Jakarta.
Dermawan.R, 2005. Sembuh Penyakit Maut Berkat Buah Merah, Trubus Januari.
0 komentar:
Posting Komentar