Rabu, 13 Januari 2010

KISAH KALI PURING

Disudut dusun Salam, Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah terdapat sebuah mata iar dibawah pohon …. Yang sangat besar dan menjulang kelangit, mata air itulah yang menghidupi warga sekitar disaat kemarau tiba yang memakan waktu yang cukup panjang. Air yang dingin dan begitu jernihnya yang melepaskan semua kelelahan dan dahaga disetiap orang yang datang dan atau sekedar singgah untuk mandi sepulang dari ladang (alas dalam bahasa kami).....

Air yang mengalir disetiap waktu tidak berhenti walau sedetikpun semata-mata hanya untuk membantu untuk mencukupi kebuhuan akan suatu benda yang merupakan sumber kehidupan tersebut. Konon cerita dari nenek saya, dahulu kala Kali Puring (sumber mata air Puring) merupakan tempat yang sangat wingit (angker) dan dihuni oleh ratusan bahkan ribuan ikan lele dengan rajanya yang sangat unit Lele tanpa kulit dan daging dan hanya berkepala dan bertubuh tulang belulang, dan tidak ada seorangpun yan berani mengambil ikan tersebut, ada cerita seorang guru yang bernama “YAMIN” sengaja mengambil ikan dari sungai dan malam harinya didatangi penunggu dan raja ikan kerumahnya sehingga beliau memutuskan untuk mengungsi ke rumah salah satu ustad/ guru ngaji di desa tersebut “Mbah Iman”. Tetapi takdir berkata lain tidak berselang waltu yang lama Yamin akhirnya menginggal dunia. Seiring berkembangnya jaman dan peradapan manusia yang mengenal tentang agama maka hal-hal semacam itu akhirnya hilang dan tidak lagi dipedulikan.

Konon menurut cerita dari nenek kami, dulunya merupakan sebuah mata air yang tidak terawat kemudian datang seorang prajurit Maja Pahit yang terluka akibat pertarungan dan membasuh luka dan mandi disungai tersebut maka prajurit tersebut memberinya nama “BASUHAN” kata dasar Basuh “mencuci/ membersihkan”. Dan ditinggalkannya sebuah pusaka berupa Tumbak diatas mata air yang sekarang ditumbuhi kayu yang sangat besar dan tinggi, menurut para normal memang disitu masih terdapat pusaka Tumbak dan tidak boleh untuk diambil, karena jika diambil ditakutkan mata air akan berhenti mengalir dan itu merupakan bencana yang sangat menakutkan karena dipastikan jika musim kemarau tidak ada air disana.

Penulis : kali puring

0 komentar:

Posting Komentar

 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template