Osteoporosis ( kekeroposan tulang ) adalah penyakit tulang yang secara progresif menipiskan dan pada akhirnya mematahkan tulang...... Gejala penyakit ini kurang dapat disadari dan mereka baru mengetahui setelah terjadi kecelakaan yang membuat salah satu tulangnya patah.Osteoporosis baru dikenali gejalanya jika seseorang merasa nyeri pada tulang tertentu, terutama tulang rawan, seperti : bagian pergelangan, pinggul dan punggung bawah.Sebenarnya seseorang yang telah menginjak usia lanjut mendapati tubuhnya menjadi bungkuk, saat itulah mulainya terserang penyakit osteoporosis.
Siapa saja yang bisa terkena penyakit osteoporosis ?
Penyakit ini menyerang pria maupun wanita. Biasanya untuk pria berusia diatas 70 tahun dan wanita 42 – 57 tahun, saat mengalami masa menopouse. Meski semua orang bisa terkena penyakit ini namun pencegahannya bisa dilakukan sedini mungkin. Untuk itu seseorang perlu mengetahui penyebab terjadinya osteoporosis dan upaya pencegahannya.
Mengapa terjadi osteporosis?
Menurut Dr. Sadoso, sp, KO, bahwa penyakit ini berkaitan dengan proses degenerasi yang menimpa tulang. Artinya tulang yang telah terpakai akan selalu tergantikan dengan kalsium yang baru. Hormon testosteron pada pria dan hormon pada wanita akan mengatur proses produksi dan pembentukan kalsium baru pada tulang.
Proses degenerasi pada tulang sangatlah tergantung pada masih berproduksinya kedua hormon tsb. Sementara pada usia lanjut kedua hormon ini sudah tidak diproduksi lagi. Hal ini mengakibatkan berkurangnya persediaan kalsium dalam tulang yang akhirnya tulang menjadi keropos.
Pengeroposan tulang atau osteoporosis ternyata tidak hanya disebabkan oleh penuaan dan penurunan kadar hormon. Osteoporosis juga bisa diakibatkan oleh pemakaian obat-obat tertentu, kebiasaan merokok dan minuman beralkohol, kurangnya aktifitas fisik dan pola hidup yang tidak memperhatikan kesehatan. Cepat lambatnya orang terkena osteoporosis tergantung pada tingkat kepadatan tulang. Orang yang aktif berolahraga menunjukkan kepadatan tulang yang lebih baik, sementara massa kalsium dalam tulang mencapai puncaknya pada usia 35 tahun dan setelah itu tingkat kepadatan tulang akan menurun.
Pencegahan osteoporosis.
Kebiasaan hidup di usia muda menentukan keseehatan seseorang dihari tua. Gaya hidup dan kualitas hidup yang baik merupakan kunci agar orang terhindar dari tulang keropos. Pencegahan bisa dilakukan sejak usia dini, oleh sebab itu anak-anak perlu mendapat kalsium yang cukup dan rajin beraktifitas fisik.
Aktifitas fisik ringan seperti berjalan kaki, berenang dan aerobik terbukti efektif untuk pembentukan jaringan tulang yang kokoh.
Tips pencegahan osteoporosis.
1. Menghindari rokok, alcohol dan minuman berkafein.
2. Rajin melakukan aktifitas fisik seperti bersepeda, berenang dan jalan kaki selama 30 – 60 menit setiap hari.
3. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.
Tips untuk penderita osteoporosis.
1. Jangan melakukan aktifitas fisik yang memungkinkan terjadinya benturan dan beban pada tulang punggung dan pinggang.
2. Latihan kekuatan pada bagian pinggul, paha, punggung, lengan dan bahu.
3. Jalan kaki dengan kecepatan 4,5 km/jam ( 75 m/mnt )dalam 50 menit, 5 hari seminggu.
Sabtu, 09 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar