Minggu, 10 Januari 2010

TETANUS

Tetanus adalah penyakit infeksi toksik disebabkan masuknya bakteri clostridium tetani ke tubuh manusia disertai pelepasan neurotoksin ( tetanospamin ) yang mempengaruhi susunan saraf lewat gejala klinis kejang otot. Masa inkubasi berkisar 3 –15 hari.....

Berikut sepintas daur Tetanus :
1. Spora tetanus bertebaran di permukaan tanah, debu, dan kotoran hewan.
2. Masuk ke tubuh manusia melalui luka yang dalam, seperti tertusuk benda tajam, luka akibat kecelakaan, tergores atau gigitan hewan.
3. Penyebaran toksin.
4. Gejala kejang pada otot daerah alat gerak, tangan atau kaki kemudian menjalar ke otot rahang dan leher, gangguan jantung serat pernafasan.

Berbeda dengan keyakinan umum, luka karena paku berkarat tidak menyebabkan tetanus kecuali paku tsb tercemar kotoran. Sejatinya penyebab tetanus bukan karat paku tapi kotoran yang mengandung bakteri clostridium tetani. Bakteri ini tersebar ke seluruh dunia, umumnya berada di tanah, debu dan kotoran hewan. Dalam bentuk spora, bakteri ini mampu bertahan sampai 40 tahun.
Di dunia ± sejuta kasus tetanus dalam setahun. Sebagian besar di negara berkembang. Setengah dari kematian akibat tetanus terjadi pada bayi baru lahir yang teinfeksi akibat penanganan tali pusar yang kurang steril.
Spora tetanus masuk tubuh lewat luka yang tercemar kotoran atau tanah. Luka garukan bisa menjadi jalan masuk spora tapi umumnya pada luka dalam akibat tertusuk benda tajam. Di tubuh manusia, spora menjadi bakteri aktif yang memproduksi racun saraf tetanospamin. Racun ini menghambat aktivitas saraf, terutama saraf motorik yang mengirim pesan dari saraf pusat ke otot sehingga otot mengalami kejang.
Masa inkubasi berlangsung 3 – 15 hari sejak masuknya bekteri, ditandai dengan demam. Gejala sering diawali kejang ringan pada otot rahang, wajah dan leher. Diikuti kekakuan pada dada, punggung, otot perut dan tenggorokan yang bisa menghambat pernafasan. Pada kondisi parah terjadi kontraksi mendadak, kuat dan menyakitkan pada otot, bisa merobek jaringan otot bahkan menyebabkan tulang punggung patah.
Pencegahan dilakukan dengan antitoksin yaitu tetanus immune globulin ( TIG ), jika terlanjur tetanus diberi penisilin atau antibiotik lain seperti klindamisin, eritromisin atau metronidazole. Dilakukan pembersihan luka dan pembuangan bagian luka yang menjadi sumber racun lewat pembedahan.
Gejala kejang bisa diringakan dengan pereda ketegangan otot seperti diazepam atau obat penenang. Penderita sebaiknya beristirahat ditempat yang tenang dengan cahay redup serta suhu stabil. Penderita yang mengalami kesulitan nafas dapat dibantu oksigen, pernafasan dengan selang ke batang tenggorok maupun ventilasi mekanik.
Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah hambatan pada jalan nafas, gagal jantung, pneumonia, patah tuilang, kerusakan otak akibat kurang oksigen saat kejang. Tanpa pengobatan yang baik 1 dari 3 penderita tetanus bisa meninggal. Dengan pengobatan yang baik hanya 10 % yang tidak terselamatkan.
Tetanus dapat dicegah dengan imunisasi. Sejak bayi usia 2-3 bulan, lewat suntikan DPT ( Difteri,Pertusis,Tetanus ). Imunisasi melindungi selam 10 tahun, setelah itu dianjurkan imunisasi tambahan. Di Indonesia imunisasi tambahan dilakukan saat SD.
Jika terlanjur luka sebelum imunisai tetanus, pencegahan dapat dilakukan lewat suntikan TIG yang bisa menetralkan racun tetanospamin sebelum masuk system saraf. Selain itu dengan mencuci luka menggunakan cairan antiseptik dapat mencegah bakteri berkembang biak.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template