Sabtu, 09 Januari 2010

Tyto Alba "Rahasia Perburuan di Gelap Gulita"

Matahari terbenam, hari mulai malam.
Terdengan burung hantu, suaranya merdu
Kuk kuk….kuk kuk… suaranya merdu.

Demikianlah pemahaman kita sejak kecil, pertama kali mengenal burung hantu. Ternyata burung hantu tidak memiliki suara merdu. Suarnya mendesis, jika didengar ditengah malam bisa menegakkan bulu roma.

Rahasia dibalik Perburuan Di Gelap Gulita.

Di dunia terdapat 134 spesies burung hantu, tersebar sepanjang khatulistiwa yang hangat sampai ke lintang udara yang dingin membeku. Burung ini termasuk dalam pemakan daging ( karnivora ) dan suka memakan mangsanya hidup-hidup yang diburunya malam hari. Spesies burung hantu yang dimanfaatkan perkebunan kelapa sawit sebagai agensia pengendali hayati ( APH ) tikus adalah dari jenis alba.

Sebagai burung yang berburu dimalam hari ( nocturnal ), bagaimanakah dia dapat mengidentifikaikan dan mendapatkan buruannya? Dikeremanagn malam burung hantu dapat melihat 100 kali lebih peka dari manusia. Tetapi pada kegelapan tanpa cahaya sama sekali, burung hantu lebih mengandalkan pada pendengarannya. Jadi burung ini tidak melihat buruannya dari bau maupun dari sinar infra merah yang dihasilkan dari tubuh tikus. Burung hantu memiliki telinga yang tidak simetris. Satunya lebih tinggi dari yang lain. Telinga terletak di sisi bawah bulu mata sedangkan lingkaran bulu dikedua sisi mata burung hantu adalah merupakan semacam “parabola” untuk mengumpulkan suara. Seperti kita meletakkan tangan dibelakang telinga saat ingin mendengar lebih jelas. Telinga yang asimetris dan parabola pendengaran merupakan adaptasi akustik yang sangat sempurna dari burung hantu agar bisa berburu pada malam yang gelap gulita.

Ketika gerakan dan cicitan halus dari tikus bergetar dan gelombang mengenai kedua telinga burung hantu maka dengan kombinasi suara kiri kanan dan atas bawah dapat ditentukan posisi sumber suara. Jika suara datang mengenai kedua telinga bersamaan berarti sasaran tepat berada didepannya. Ketika suara datang mengenai telinga kiri lebih dulu sepersekian detik berati mangsanya ada disebelah kiri. Untuk menentukan suara dari atas atau bawah, burung hantu mempergunakan keras lunaknya pantulan suara dari “parabolanya”. Jika suara datang lebih keras ditelinga kiri berati suara datang dari bawah dan sebaliknya jika suara kuat disebelah kanan berarti datang dari atas. Kombinasi ini membuat burung hantu menemukan buruannya dengan tepat.

Semudah itukah tikus tertangkap? Bukankah tikus mempunyai pendengaran yang tajam untuk mengantisipasi musuhnya. Tikus dapat mendeteksi suara sampai frkwensi 40 khz. Untuk dapat menangkap tikus, burung hantu terbang sesenyap mungkin. Ini dimungkinkan dengan adanya duri-duri kecil diujung sayap depan burung hantu. Hal serupa tidak dimiliki burung lainnya. Seekor elang yang terbang menimbulkan suara yang keras, sebab setiap kepakan sayapnyamenciptakan turbulen udara yang besar dan akan menghasilkan bunyi yang deras. Sedangkan burung hantu yang terbang, duri-duri yang ada pada ujung sayap depan akan memecah pusaran udara menjadi spiral-spiral kecil ( mikro turbulen ) sehingga terbangnya lebih senyap, tidak terdengar oleh tikus.

PENANGKARAN BURUNG HANTU.
Dialam bebas burung hantu Tyo alba bertelur dua kali dalam setahun, bulan Mei sampai nulan Juni. Jumlahnya bervariasi 5 – 11 butir. Ketika berjumlah 3-4 butir dierami sambil terus kawin dan bertelur lagi. Akibatnya masa tetas telur berbeda. Anak tertua biasanya paling kuat makan dan selalu menang dalam berebut makanan sehingga pertumbuhan anak muda selalu terganggu, kurang normal atau mati. Pada musim paceklik anak-anak burung yang lemah ini sering menjadi sasaran kanibal induknya.
Tingkat keberhasilan telur burung hantu menetas sangat bervariasi yaitu 0 % - 100 % kemudian yang berhasil menetas, setengahnya mati pada 12 bulan pertama karena kelaparan dan lain sebab. Jumlah burung muda yang berhasil mencapai umur dewasa sekitar 3-4 ekor. Untuk inilah intervensi manusia diperlukan agar perkembangbiakan burung hantu diperkebunan terus berlangsung.

Dalam melakukan perburuan di malam hari burrng hantu akan melakukannya pada kawasan tertentu. Dia akan berada dikawasan tersebut selama masih ada tikus dan masih terasa aman. Burung hantu tidak membuat sarang sendiri, mereka memanfaatkan loteng rumah, loteng gudang dan lobang-lobang kayu besar untuk sarangnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template